RSS

Cinta Pada Dewi Bulan


Aku  terbang menuju awan, mengecek  uap air yang bergerombol di awan, sudah lama tak turun hujan. Kulihat dewi bulan sedang berjalan-jalan, untuk kali pertama Ia nampak di hadapanku. Sekejap k ulupakan tugasku memerintahkan awan agar menumpahkan hujannya. Aku terpesona, tak pernah ada zat secantik dirinya, senyumnya mengggetarkan hatiku, mendegupkencangkan jantungku. Dengan berat hati aku kembali ke bumi meski tak sedetikpun bayang dewi hilang dari ingatanku.
Tak habis ideku mencari alasan agar mutasi ke khayangan, kerjaku selalu memuaskan, sebagai menteri kehujanan rasanya langkahku ini akan mudah. Kubilang saja pada Kaisar, aku lelah melalui perjalanan panjang bumi-kayangan, maka pindah adalah cara trebaik agar tugasku lebih optimal. Berangkatlah aku ke dewan pusat yang ada di Mars,
“Selamat petang duhai penjaga kayangan.”
“Selamat petang. Apa keperluanmu tuan hingga datang jauh-jauh kemari. Rapat paripurna juga baru akan terlaksana dua bulan lagi.”