RSS

Sejuta Kisah Tentang PLK

yaap yaap yaaaap sekarang gua lagi terdampar di sebuah ruangan full AC yang sering dijadiin tempat buat ngadem. bener banget NGADEM, sebagian besar mahasiswa yang mampir ke sini adalah mahasiswa putus asa yang lagi kepanasan tingkat akhir. this place called PLK, entah apa kepanjangannya gua juga sampe sekarang belom tau.

PLK itu letaknya kurang lebih lima belas langkah dari E102 basecamp nya AKT'11, kenapa selalu rame? selain tempatnya yang sejuk, bebas polusi, dan tenang, itu ruangan juga murah banget. coba bayangin deh. bebas berselancar di dunia maya cuma bayar lima ratus rupiah per jam. apaaaaa? GOPEK !

Tersenyumlah :)

Banyak hal yang sepertinya tidak kita syukuri. terlalu banyak mengeluh, menuntut kehidupan yang seolah tak adil tanpa pernah kita menoleh ke arah lain, tanpa pernah memandang dari sudut yang lain.
hari ini banyak hal ku alami tentang bagaimana berjuang mempertahankan kehidupan, melawan kekejaman nasib yang sedang tak berpihak. banyak yang lebih menderita rupanya, namun masih bisa tersenyum lega.
ahh sepertinya aku perlu banyak belajar lagi, mendalami arti kehidupan yang sebenarnya, sebab perjalanan masih panjang, masih butuh perjuangan untuk memenangkan pertarungan.
hidup memang tak mudah, tapi akan jadi lebih tak mudah bila hanya berdiam diri seperti selama ini.
tersenyumlah, masih ada yang harus dimenangkan :)

[Info Lomba] Nulis Novel Berhadiah 30 Juta Lebih


[Info Lomba] Nulis Novel
Dewan Kesenian Jakarta





Dewan Kesenian Jakarta kembali mengumumkan lomba menulis novel dengan total hadiah Rp36 juta. 

Apa Kita Butuh Perubahan?

Perubahan itu perlu, ya benar sekali! Itulah yang sering saya dengar dari slogan-slogan di televisi. Entah perubahan seperti apa yang diharapkan, tapi bagi saya ini yang terbaik. Tetap pada keadaan semula yang pada awalnya baik-baik saja, hanya saja makin ke sini semuanya makin tak teratur. Saya tidak bisa memastikan apapun, tapi yang jelas, waktu punya andil besar dalam kekacauan ini.

Labirin Kehidupan

Lambat laun kakinya bergerak, terseok-seok menapaki celah kehidupan. Dari gang ke gang ia berjalan, mencari hatinya yang tak bertuan. Baginya, hidup tak lebih dari sebuah penderitaan. Lepas satu cobaan, kembali ia jatuh pada jurang kenistaan. Empat belas tahun sudah jadi bagian kelam sepanjang perjalanan. 
Tujuh tahun sudah kami berumah tangga. Tujuh tahun juga sudah kami menunggu, buah hati yang kami nanti-



Timang Aku Lagi

Waktu kau kecil, kau  timang aku dalam dekapan
Engkau begitu ceria kala itu
Tiap senja datang, kau jaga aku dalam pelukan
Aku di kanan dan kiri untuk teman-teman
Tapi kini aku seperti kau lupakan

kalau yang ini sakit, yang ini jadi ikut sakit

kita terlalu naif menjadi seorang manusia, terlalu banyak tuntutan. terlalu mengkritik, terlalu manja, selalu merengek.
saling lempar kesalahan sementara tak ada yang mau mengakui.
membiarkan masalah berlarut-larut dan malah jadi semakin rumit.
tak perlu dipersalahkan lagi, sudah-sudah aku saja yang mengalah karena memang aku yang salah
sudah-sudah jangan semakin menyakitiku