Aku punya janji dengan seseorang, tapi masalahnya aku
terjebak dalam kemacetan panjang. Klakson mobil bersautan. Sesekali ku lihat jam
tangan, berharap-harap cemas agar ia menungguku yang tak kunjung datang.
“Dan, tunggu bentar ya. Masih kejebak macet nih. Nguler banget
deh.”
“Ya, udah biasa tuan putri. Harusnya tadi aku jemput aja
biar kamu ga tua di jalan.”
“Dasar kamu.”

