RSS

Din dan Dan


Aku punya janji dengan seseorang, tapi masalahnya aku terjebak dalam kemacetan panjang. Klakson mobil bersautan. Sesekali ku lihat jam tangan, berharap-harap cemas agar ia menungguku yang tak kunjung datang.
“Dan, tunggu bentar ya. Masih kejebak macet nih. Nguler banget deh.”
“Ya, udah biasa tuan putri. Harusnya tadi aku jemput aja biar kamu ga tua di jalan.”
“Dasar kamu.”

Seribu Tahun Denganmu


Wajahku bersembunyi di balik buku yang kujadikan alibi sedang mataku leluasa menikmati gerak-geriknya yang memesona. Aku suka memandangnya, mengamati senyum di bibirnya yang begitu manis. Ah rasanya aku mampu melayang bebas ke angkasa raya.
Pagi ini aku sangat beruntung, duduk di sebelah kaca jendela kelas dan tanpa sengaja ia nampak. Deru motor besarnya sampai di telingaku, diparkir olehnya, jantungku berdegup kencang seakan melompat berlari ke arahnya.
Nampak raut yang ku kenal sejak lama, di balik helm itu, ia menyapa teman-teman yang ada di sekitarnya sementara aku hanya mampu mematung, tersenyum sendiri membayangkan duduk di jok motornya yang kosong.

Sang Penggoda


Ada yang tahu bagaimana rasanya mencinta yang seharusnya tak dicinta? Tenggelam dalam buaian sang penggoda.
Matanya lebih teduh dari yang sebelumnya, senyumannya menorehkan getar yang luar biasa. Lalu apa yang harus ku perbuat ketika aku tak berdaya menolak segala pesonanya? Aku terbuai, membiarkan diriku jatuh makin dalam.
Aku menikmatinya.
---------