Ada yang diam-diam merasuk ke dalam hati, dengan tanpa izin menyusup menyelimuti diri dengan rasa takut tak beralasan. Mungkin kini aku salah, tapi mungkin juga aku benar. Aku hanya tidak begitu mengerti dengan keadaan ini. Keadaan yang hanya sendiri kualami. Aku ingin bersuara kepadanya, tapi lidah ini mendadak kelu, jemari ini sekejap kaku, aku tak mampu berurai, takut bila apa yang kukatakan akan melukai hati kecilnya yang lembut.
Ia Akan Datang, Tinggal Sebentar, Lalu Pergi Lagi
Diposting oleh
ladistalavista
on Sabtu, 30 Juni 2012
/
Comments: (0)
Handle Pagi
Pagi tadi, seperti biasanya, tak banyak hal yang ku lakukan selain mengejar waktu, mengabadikan segala kepenatan, rasa kantuk yang tertahan semalaman.
Aku kembali lagi menyapa mentari yang menatap sinis padaku, mungkin ia iri sebab kini aku lebih bercahaya darinya.
Ku dapati bus yang akan membawaku ke tempat lain, mengisi hari panjang yang membosankan.
Everything will be will be
Diposting oleh
ladistalavista
on Selasa, 19 Juni 2012
/
Comments: (2)
Ada satu hal yg harus gua lakuin mengingat besok itu UAS matematika, review integral. tapi nyatanya gua malah buka si merah dengan dalih belajar karna materinya emang gua simpen dalem si merah, tapiiiii emang bener setan itu diciptain buat menggoda manusia dan gua akuin gua adalah salah satu korbannya.
Percayalah, Aku Tak Mengeluh
Diposting oleh
ladistalavista
on Jumat, 15 Juni 2012
/
Comments: (0)
Malam ini sama seperti biasanya, hanya ada kegundahan akan kehidupan. Setiap malam mencekam membingungkan, melempar jauh bayang-bayang malaikat kematian.
Aku hanya manusia biasa, tak mampu menerka apa yang kan terjadi esok ataupun lusa. Aku juga tak sanggup mengintip masa depan, mengendap-endap mencuri naskah perjalanan.
Percayalah, aku tak mengeluh, ku hadapi duka ini dengan lapang dada.
Hanya saja, aku merasa segalanya meredup. Cahayanya tak mampu lagi ku terawang.
Lambat laun terasa berat melangkah. Kesakitan ini rupanya telah berhasil membelengguku, menghapus detik demi detik waktu yang tersisa.
Aku kehilangan tiap lembar yang harusnya bisa ku warnai dengan tawa.
Tak mengapa jika memang benar begini adanya, aku rela :)
Aku hanya manusia biasa, tak mampu menerka apa yang kan terjadi esok ataupun lusa. Aku juga tak sanggup mengintip masa depan, mengendap-endap mencuri naskah perjalanan.
Percayalah, aku tak mengeluh, ku hadapi duka ini dengan lapang dada.
Hanya saja, aku merasa segalanya meredup. Cahayanya tak mampu lagi ku terawang.
Lambat laun terasa berat melangkah. Kesakitan ini rupanya telah berhasil membelengguku, menghapus detik demi detik waktu yang tersisa.
Aku kehilangan tiap lembar yang harusnya bisa ku warnai dengan tawa.
Tak mengapa jika memang benar begini adanya, aku rela :)
Two Is Better than One
Diposting oleh
ladistalavista
on Kamis, 14 Juni 2012
/
Comments: (0)
I remember what you wore on the first day
You came into my life and I thought
"Hey, you know, this could be something"
'Cause everything you do and words you say
You know that it all takes my breath away
"Hey, you know, this could be something"
'Cause everything you do and words you say
You know that it all takes my breath away
Ada yang Datang, Maka Ada yang Pergi
Diposting oleh
ladistalavista
on Rabu, 13 Juni 2012
/
Comments: (0)
Sayup-sayup suara langkah kaki ku paksakan, meski setengah hati melayang bebas. Ada yang salah, yang tanpa izin mengusik ketenangan batin. Aku baru saja kehilangan, ditinggal pergi yang untuk sementara waktu mencuriku dari kesendirian. Mereka baru saja datang, tinggal sebentar, lalu bergegas pulang.
Mereka harus kembali ke tempat asal, aku pun akan berlaku demikian. Hanya saja aku belum siap menerima kepergian. Terlalu cepat bagiku, sementara masih banyak yang ingin dinikmati bersama. Namun sayangnya, keadaan tak membolehkan.
Segala rutinitas memaksa mereka menjauh dariku. Apa yang harus ku lakukan? Jujur saja aku tak kuasa menahan beribu sembilu yang bersarang di hatiku, meski aku belum lama mengenal mereka tapi aku merasa nyaman.
Mereka harus kembali ke tempat asal, aku pun akan berlaku demikian. Hanya saja aku belum siap menerima kepergian. Terlalu cepat bagiku, sementara masih banyak yang ingin dinikmati bersama. Namun sayangnya, keadaan tak membolehkan.
Segala rutinitas memaksa mereka menjauh dariku. Apa yang harus ku lakukan? Jujur saja aku tak kuasa menahan beribu sembilu yang bersarang di hatiku, meski aku belum lama mengenal mereka tapi aku merasa nyaman.
Yang datang, pasti akan pergi. Yang hidup, pasti akan mati.
Kepada Tempat Ini
Diposting oleh
ladistalavista
on Senin, 11 Juni 2012
/
Comments: (0)
Tempat ini biasa saja, sederhana, dan bagiku tak bercahaya. Dari tampak luarnya saja sudah dapat dibayangkan bagaimana bosannya bila harus tinggal untuk waktu yang lama. Awalnya ku kira semua akan baik-baik saja, sesuai ekspektasi yang ku bangun kuat-kuat demi selaksa tawa bahagia nantinya. Ku jalani apa adanya, ku senyumi segalanya. Hingga lama-lama aku muak, mulai ku sadari maksud terselubung memenjarakan kami di sini, kami diperalat, ditindas, dan diperdaya. Padahal sudah jelas status kami tertampang saat pertama kali menjatuhkan langkah di tempat ini.
Kami memang kaum yang lemah, objek caci maki kalian. Tapi itu tak berarti kalian bisa membodohi kami yang sedang berusaha mengubah diri agar 'pintar' seperti kalian. Jadi, jangan coba-coba memintari kami dengan akal bulus kalian.
Kami memang kaum yang lemah, objek caci maki kalian. Tapi itu tak berarti kalian bisa membodohi kami yang sedang berusaha mengubah diri agar 'pintar' seperti kalian. Jadi, jangan coba-coba memintari kami dengan akal bulus kalian.
Kami datang dengan keramahan dan mungkin akan pergi dengan kemarahan.
LOMBA FTS NARSIS UNLIMITED: NARSIS ANTI GALAU BIKIN HIDUP HAPPY TANPA ENDING
Diposting oleh
ladistalavista
on Sabtu, 02 Juni 2012
Label:
Lomba Cerpen
/
Comments: (0)
LOMBA FTS NARSIS UNLIMITED: NARSIS ANTI GALAU BIKIN HIDUP HAPPY TANPA ENDING
By Joni Lis Efendi WR in ZONA NARSIS UNLIMITED (Grup Pembaca Buku "Narsis Unlimited" Go Nasional) · Edit Doc
DL: 15 JULI 2012
Tema: "NARSIS UNLIMITED: Narsis Anti Galau Bikin Hidup Happy Tanpa Ending"
GRATIS untuk umum dan anggota Writing Revolution.
- 30 Nominasi FTS Narsis Unlimited dibukukan, cetak nasional (masuk Gramedia) dan masing-masing mendapat 1 buku tanda terbit. (Tanpa membayar sepersen pun malahan mendapatkan royalti 10% dari harga jual buku).
Lomba Menulis Surat Untuk Dahlan & Jokowi
Diposting oleh
ladistalavista
Label:
Lomba Cerpen
/
Comments: (0)
Masih segar dalam ingatan ketika Dahlan Iskan, mentri BUMN ‘mengamuk’ di pintu Tol. Beritanya menyebar secara luas dan berhasil menjadi trending topic di berbagai social media. Spontanitasnya dianggap pro-rakyat. Sebelumnya, Dahlan Iskan memang sudah cukup terkenal dengan pribadi sederhana seperti menggunakanan fasilitas KRL dan ojek. Pengawal pribadi-pun hanya satu. Nama Dahlan Iskan disebut-sebut pantas menduduki jabatan presiden.

