RSS

keheningan

Entah mengapa malam ini begitu panjang, sedang pagi yang ku nanti tak kunjung datang.
Membelengguku dalam kegelapan, bukan kelam yang ku cemaskan.
Bukan juga kelabu yang ku khawatirkan.
Tapi sosok yang entah di mana itu sekarang, tempat jauh yang tak mampu ku jamah.
Tak cukup satu kala rotasi bumi.



Meski katanya dekat di hati, tapi apa alibi itu mampu menenangkan getir kegelisahan jiwa setelah sekian lama tak jumpa ?
Apa mampu menawar kerinduan yang tiap detik makin sesak?

Terkadang merasa egois, menghakimimu atas jurang terjal yang tengah kita jejaki.
Padahal di saat itu kau juga mengalami yang ku dera,
karena kita memang bersama.
Tapi hati ini masih tak mengerti, berlarut-larut dalam kesakitan.
Menikmati tetes demi tetes air mata yang mengalir kala mengenangmu.
Saat mata ini terpejam dan memburu bayangmu, lalu melayang bersama cerita yang pernah kita tulis berdua.

Tahu apa yang ku takuti atas hubungan jarak jauh yang kita jalani saat ini ?
Aku takut kehilanganmu perlahan, bukan secara mendadak
tapi pelan-pelan lah yang mengurung ku dalam kebimbangan.
Suatu saat nanti, jika kesibukan menyita waktu kita, membagi dunia kita.
Aku takut terbuai, juga takut kau terlena.
Sama-sama lupa diri, hingga saling tak mengerti.
Lalu terbiasa dalam keheningan, larut dalam kesendirian, tak peduli lagi.
Dan kita makin jauh, makin tak tersentuh.

Mengertikah kau akan maksudku ?
Berjanjilah sayang, itu takkan jadi kenyataan :-)

0 komentar:

Posting Komentar