Waktu, rezim paling kejam yang tak bisa dihentikan siapapun, yang mengubah putih jadi kelabu. Waktu yang tak berpihak pada saya ataupun Anda. Coba Anda bayangkan betapa mudahnya kita dipermainkan sang waktu, kita terombang-ambing, tak kuasa melawan arus, menghempas semua yang ada, dan tak lagi tersisa.
Lalu apa yang harus kita lakukan? Sementara tak ada satu pun yang membiarkan dirinya disalahkan, semua mengaku benar. dan kembali menuduh waktu sebagai biang keladinya. Saya hanya muak, hanya terlalu lelah untuk bertahan, tapi berhenti pun saya tak akan mampu.
Karena waktu juga telah membuktikan pada Anda tentang ketegaran yang saya punya. Selama ini sekuat mungkin saya melawan waktu yang selalu menggoda untuk meninggalkan Anda dan segala sifat Anda yang tidak mempedulikan saya.Apa saya marah? Tentu tidak, bagi saya ini hanya ujian. Meski berat, saya akui ini berat, karena saat ini saya sendirian. Tapi jangan khawatir, saya bukan tipikal orang yang suka seenaknya mengubah keadaan, karena menurut saya apa yang saya ubah takkan membawa perubahan.
Untuk apa mengubah sesuatu yang sudah lama ada? Bukankah diubah atau tidak, kita tetap saja terluka?


0 komentar:
Posting Komentar