Malam ini sama seperti biasanya, hanya ada kegundahan akan kehidupan. Setiap malam mencekam membingungkan, melempar jauh bayang-bayang malaikat kematian.
Aku hanya manusia biasa, tak mampu menerka apa yang kan terjadi esok ataupun lusa. Aku juga tak sanggup mengintip masa depan, mengendap-endap mencuri naskah perjalanan.
Percayalah, aku tak mengeluh, ku hadapi duka ini dengan lapang dada.
Hanya saja, aku merasa segalanya meredup. Cahayanya tak mampu lagi ku terawang.
Lambat laun terasa berat melangkah. Kesakitan ini rupanya telah berhasil membelengguku, menghapus detik demi detik waktu yang tersisa.
Aku kehilangan tiap lembar yang harusnya bisa ku warnai dengan tawa.
Tak mengapa jika memang benar begini adanya, aku rela :)


0 komentar:
Posting Komentar