RSS

Ia Akan Datang, Tinggal Sebentar, Lalu Pergi Lagi

Ada yang diam-diam merasuk ke dalam hati, dengan tanpa izin menyusup menyelimuti diri dengan rasa takut tak beralasan. Mungkin kini aku salah, tapi mungkin juga aku benar. Aku hanya tidak begitu mengerti dengan keadaan ini. Keadaan yang hanya sendiri kualami. Aku ingin bersuara kepadanya, tapi lidah ini mendadak kelu, jemari ini sekejap kaku, aku tak mampu berurai, takut bila apa yang kukatakan akan melukai hati kecilnya yang lembut.



Tapi, entahlah.
Aku sendiri pun masih bingung, air mata mulai menyergapku ramai-ramai. Aku begitu takut menghadapinya sendirian. Tapi, berbagi dengannya pun aku tak bisa. Sudah cukup banyak yang ia korbankan untukku dan aku masih belum puas.

Ia akan datang, dari jauh ia akan datang. Setelah sekian lama menghilang, jauh dari jangkauan. Ia akan datang, saat aku mulai terbiasa dengan kesepian, menjalani segalanya sendirian, tanpanya dekat di sisiku. Ia akan datang, mengobati kerinduan yang kian membuncah dalam dada.

Tapi sayangnya, ia hanya akan tinggal sebentar, mewarnai hari yang suram, mengajariku untuk ceria lagi, membawaku  membumbung tinggi ke angkasa bebas, bergenggaman tangan sepanjang perjalanan, tapi percayalah hanya sebentar, karena ia tak punya cukup waktu untuk selalu bersisian denganku. Citanya yang membentangkan jarak di antara kami, memisahkan hati yang dulu terasa begitu hangat., begitu dekat. Tapi dengan sesegera mungkin, ia akan kembali ke dunianya, dunia yang tanpa aku di dalamnya.

Kemudian aku akan berteman kerinduan, terisak-isak dalam penantian tak berkesudahan, aku bukannya mengeluh. Hanya saja aku tak tahan bila harus membayangkan bahkan kembali pada masa itu. Masa ketika ia harus meninggalkanku untuk yang kesekian kalinya sementara aku menyembunyikan butir-butir kesedihan di balik punggungnya yang perlahan menghilang dari penglihatan.

Ia akan datang dengan senyuman, tinggal dengan tawa dan air mata bahagia, lalu pergi meninggalkanku dengan derita.

0 komentar:

Posting Komentar