RSS

Berdoa Itu Memohon, Bukan Memerintah

Tuhan, apa kabar? Tak perlu kau jawab, bisa kupastikan Kau akan selalu baik-baik saja.
Hmm sebenarnya aku bingung harus bicara apa padamu di kesempatan emas ini, ya bagiku ini kesempatan emas, karena tak semua orang bisa berbincang-bincang denganmu sesantai ini.
Maaf bila sekiranya aku lancang dan bersikap tak sopan, aku hanya berlaku seperti biasa dan tak berpura-pura, kau pun sudah tahu bukan?

Di bumi, banyak sekali yang memperdebatkan keberadaan Engkau, mereka punya banyak versi Tuhan. Tapi bagiku, Tuhan itu ya cuma satu, Engkau, tiada dua. Aku hanya berpikir realistis, Tuhan tak mungkin berkoalisi, jika memang benar begitu pastilah dunia ini kacau balau, coba tengok saja keadaan perpolitikan di negeriku saat ini, saling berebut kekuasaan dan melupakan Engkau sang Penguasa sesungguhnya. Jadi biarkan aku percaya kalau hanya Engkaulah Tuhan yang satu.

Hmm hmmmmm Tuhan menurutmu doa itu apa ? Ssstt jangan dijawab dulu, aku ingin menguraikan pendapatku.
Bagiku doa itu ya seperti ini, berkomunikasi denganmu. Bercerita panjang lebar tentang apa yang terjadi di hariku. Salahkah aku Tuhan?
Bila ku salah, maka maafkanlah aku ;)
Aku berkedip ke arahmu layaknya anak kecil yang tengah merayu ibu bapaknya, yah bagiku itu keadaan paling sempurna untuk bersimpuh di hadapanmu, dalam keadaan bocah yang tak berdosa, bukankah yang demikian itu yang paling Kau suka?

Hmmm untuk yang kesekian kalinya, hihi, maaf aku tertawa kecil, aku agak canggung menghadapimu, terlalu banyak yang ingin ku sampaikan padamu tapi kini semua kata-kata itu menguap ke udara sementara tak ada lagi yang tersisa di pikiranku. Aku hanya ingin berlama-lama denganmu, karena jujur aku merasa nyaman.

Baiklah, aku menyerah, ada yang ingin ku akui padamu,
Setelah selesai melaksanakan perintahmu, aku hanya sedikit memujimu, ya sekedarnya sajalah. Aku tak seperti yang lain, yang betah berlama-lama berlutut itu. Entah apa yang sebenarnya mereka ucapkan padamu.

Kau tahu mengapa aku begitu? Sebenarnya sederhana, kau Maha Tahu, sekalipun tak kutuangkan dalam sesuatu yang mereka sebut doa itu. Benar bukan? Meskipun aku bersembunyi dalam lubang semut, Kau sudah pasti tahu apa yang ku mau, apa yang meletup-letup di hatiku, apa yang menari dalam pikiranku. Jadi apa masih perlu aku ceritakan lagi mauku padamu? Tak perlu tersenyum seperti itu, Tuhan.
Aku hanya tak suka pada mereka yang terlalu menuntut padamu, yaaahh walaupun aku tak tahu apa yang mereka minta, tapi sepertinya mereka seenaknya padamu, baiklah aku pun terkadang begitu, Kata-kataku seringkali cenderung seperti memerintahmu, menugaskanmu untuk memenuhi keinginanku, padahal kaulah pemilik segalanya, sementara aku dan mereka hanya meminjam.
Tapi, kami terlalu serakah sehingga menjadikan Engkau sang Maha Kuasa sebagai budak belia. Tuhan maafkan kami yang mudah sekali menyakitimu dengan berbagai perintah yang tak masuk akal.

Kau itu Maha Segalanya, pandai sekali memperhitungkan, sudah pasti kau memepersiapkan yang terbaik bagi kami hambamu.
Kini semua ku serahkan padamu,
Aku tak memintamu menuruti kemauanku tapi kuatkan aku bila nanti yang terjadi tak seperti harapanku
dan jaga hatiku agar tetap rendah diri bila kelak kau kabulkan mimpiku :)

aku pamit Tuhan
aku mencintaimu ;)

Senin, 16 Juli 2012
Penuh kerinduan padamu Tuhan

Rindy Dwi Ladista - namaku di dunia

0 komentar:

Posting Komentar