Aku baik-baik saja, paling tidak, saat yang lain berada di sekeliling meski tak semua ku kenal. Aku baik-baik saja, bahkan ketika satu per satu mengalunkan langkah seribu hingga tak ada lagi yang tersisa. Tapi bagaimana bila malam yang kutakutkan datang? Ketika tak ada yang tinggal sementara di luar ramai. Sudah kubilang aku butuh perlindungan, dari tangan kokoh yang sigap menopang saat kaki melemah.
Tapi nyatanya kau melenggang begitu saja, sudah kubilang aku rapuh, namun kau berjanji untuk senantiasa menguatkanku, bahkan ketika malam datang dengan penuh kesakitan, ancaman dari malaikat bertanduk yang memekikkan telinga.
Kau bilang kau tetap ada dan aku tingggal bersandar, kau tau aku tak percaya begitu saja,
Kau bilang aku keras kepala.
Aku memang tak pernah mampu mengertimu dengan baik, jadi mendekatlah, aku butuh bahumu, biar derai air mata ini yang bercerita bagaimana rasaku padamu.
Kemarilah, aku membutuhkanmu..


0 komentar:
Posting Komentar