RSS

Lagu Lama


Lagu ini mengalun begitu saja, sudah lama tak kudengar meski ada di daftar lagu pemutar musik yang kupunya. Sudah kuberikan status “berbahaya” di folder yang artinya terlarang untuk kujamah. Tapi tanpa sengaja lagu ini bergulir, sudah terlanjur jadi tak apalah untuk malam ini saja, kulanggar janjiku untuk tak masuk lagi ke folder itu.
Ku hela nafas panjang, penyesalan nampak jelas di raut wajahku yang kini ajdi tambah mengkerut, sudah kubangun dinding kokoh sebgai pertahanan dari rasa sakit dan rindu. Tapi nyatanya, semua itu sia-sia ketika wajahmu hadir lagi di depan mata ini, meski tak langsung tapi tak mampu kulupakan senyuman itu. Senyuman yang tak pernah gagal membuatku terpesona, terpedaya hingga tak sadar aku jatuh terlalu jauh dalam jurang cinta yang nista.

Kau tak salah, aku pun tak salah, tiada yang salah dalam cinta. Semua terjadi begitu saja, aku tak bisa berbuat apa-apa. Kuakui kau segalanya, tak hanya sekedar indah, kau luar biasa, membuatku jatuh dan mencinta.
Entah sihir apa yang kau ucap untuk membuatku terlena, tapi kunikmati itu. Hingga akhirnya semua usai sudah. Waktu cepat sekali berlalu, rasanya baru kemarin aku patah hati dan hendak bunuh diri lalu kau datang bagai malaikat, begitu bercahaya, semangat merasuk ke diri ini.
Kita bahagia, pasangan paling sempurna di dunia. Tak ada yang mampu pisahkan kita. Tapi mungkin kita lupa, ada tangan-Nya yang menuntun kita, sejenak kita terbuai begitu bahagia. Kemudian Ia cemburu sebab aku lebih mencintaimu dan Ia merampasmu dariku.
Tapi Ia salah, aku takkan melupakanmu. Meski kau telah dekat dengannya, meninggalkanku yang terseok-seok penuh luka. Segenap hati aku mencoba bangkit, mengubur semua kenanganmu, lagu-lagu yang sering kita nyanyikan berdua kini tinggal lagu penuh duka derita. Lagu lama yang mati bersamamu.
Dan aku menikmati setiap sakit yang hadir kala mengenangmu, satu yang takkan terganti.

0 komentar:

Posting Komentar