RSS

Waktu Sehabis Senja

Ibu pernah bilang padaku, bila burung itu datang ketika malam, terbang melintas, maka akan ada bencana atau malah ada yang meninggal dunia.
Dan untuk ke sekian kalinya ia datang, entah menyampaikan salam pada siapa, tapi ia selalu datang saat aku terjaga.
Baiklah, aku memang tak pernah berkawan baik dengan waktu ketika mentari membelakangi, aku tak tahu pasti mengapa aku tak bisa lelap layaknya makhluk lain, atau memang aku spesies nokturnal?
Ah sudahlah, aku manusia normal, hanya saja aku selalu menganggap ada yang tak beres.

Bagaimana tidak? Selalu ada alasan untuk tidur tak tepat waktu tapi bangun di awal fajar, dan mataku makin cekung, kantung mataku kini berkantung.
Hingga sesak di dada ini seakan meledak, sakit yang menderu jantung hidup tak tentu, lalu salahku dimana? sebenci itukah malam padaku? Tak ia biarkan aku nyenyak dalam tidurku.
Maka bila sudah seperti ini aku diam saja, tak punya selaksa cara untuk berdamai pada waktu sehabis senja.
Ayolah, aku selalu mengalah, menunggu waktuku tiba..

0 komentar:

Posting Komentar